AS Lebih Takut Internet Dibanding Teroris

Suatu studi di Amerika Serikat ungkap warga lebih takut ancaman internet.
Hasil Survei Keamanan AS oleh Unisys (Wired.com) VIVAnews - Publik di Amerika Serikat menginginkan para kandidat presiden yang akan bertarung pada Pemilu November 2012 agar lebih fokus melindungi fasilitas pemerintah dan jaringan listrik dari serangan peretas (hacker). Kehilangan akses internet secara layak juga dipandang lebih menakutkan bagi warga AS daripada serangan kelompok teroris. Menurut studi keamanan baru dari Unisys, ada tiga prioritas bagi warga AS mengenai masalah keamanan pada masa kampanye presiden seperti dikutip dari laman Wired.com: 1. Perlindungan sistem komputer pemerintah melawan peretas dan penjahat siber (74 persen) 2. Perlindungi jaringan listrik, persediaan air, dan sistem transportasi dari serangan komputer atau teroris (73 persen). 3. Isu keamanan negara seperti terorisme (68 persen). Survei ini menggunakan responsen acak dengan menelpon 1.000 keluarga di AS. Mereka menanyakan, "Seberapa penting bagi kandidat untuk menekankan isu berikut pada pemilihan presiden 2012?" Beberapa pertanyaan juga menjadi materi survei mengenai kekhawatiran warga AS. Masalah pencurian identitas memimpin kekhawatiran keamanan personal sejak 2007, kali ini mencapai 59 persen. Lebih dari sepertiga responden (39 persen) takut akan ancaman virus dan keamanan akses perbankan online. Tingkat Ancaman bertentangan dengan hasil. Apakah hasil ini mencerminkan keberhasilan kampanye industri keamanan internet meyakinkan bahwa kiamat siber sudah dekat? Apakah ini tanda AS sudah bisa lepas dari efek tragedi 9/11? Sepertinya jargon kampanye baru Barrack Obama bisa diubah menjadi, "Barrack Obama, Firewall Terbaru AS." (ren) sumber: VIVANEWS.COM

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "AS Lebih Takut Internet Dibanding Teroris"